Tuesday, August 21, 2012

Nikmati Waktu Yang Tersisa

Kejadian yang baru saja bikin makin sadar kalau selama ini kadang kurang bersabar..

Dirumah ada nenek yang usianya alhamdulillah mencapai 80 tahun lebih. Tepatnya kurang tau, karna jaman dulu ga ada yang namanya akta lahir. Di KTP seumur hidup tercantum lahir tahun 1931. Entah kebenarannya.

Yang namanya sudah sepuh, sudah pikun, tingkahnya terkadang kembali kejaman kecil. Nanya hal yang sama bisa diulang tiap menit. Kadang itu yang diajak ngobrol suka lepas sabarnya. Jawab seenaknya.

Baru aja nenek kepeleset dikamar mandi. Aku + mama langsung lompat dari kamar masing-masing buat ngecek. Beliau uda terduduk dilantai sambil nangis gitu. Mama langsung angkat nenek dibawa ke kamar. Ternyata kepala nenek ada benjolnya :( . Ambil air panas sama handuk kecil buat kompres. Yang bikin sedih, nenek nangisnya kaya anak kecil. Ngeringik gitu. Bikin ikut nangis. Alhamdulillah setelah dikompres, dikasih minyak benjolnya lumayan kempes. Alhamdulillah juga ga berdarah.

Kalau uda gini baru sadar, Ya Allah moga-moga kita dikasih sabar yang luas selagi masih bisa berbakti ngerawat. Dulu jaman kecil mama + (alm) ayah kerja, yang ngerawat kita-kita ya nenek. Sekarang gantian kita yang ngerawat nenek. 

Jadi ingat puisi yang pernah aku baca ini..

Anakku
Dikala aku sudah tua nanti janganlah kamu memarahiku karena aku tidak bisa mengurus diriku seperti aku mengurus dirimu diwaktu msih kecil. Dikala aku tidak bisa memakai pakianku sendiri maka jangnlah kamu memarahiku ingatlah ketika aku mengajarimu memakai baju diwaktu kamu masih kecil.

Anakku
Janganlah kamu merasa jenggkel ketika aku menanyakan hal yang sama berulang kembali ingatlah aku ketika membacakan cerita sampai dirimu terlelap tidur aku selalu membacakannya berulang.

Anakku yang kusayang
Sabarlah ketika aku sudah tak mampu berjalan lagi ingatlah ketika aku mengajarimu berjalan ketika kamu masih kecil.

Anakku
Janganlah kamu merasa malu ketika aku sudah tak mampu membersihkan kotoranku sendiri ingatlah dikala diriku membersihkan kotoranmu di waktu kamu masih kecil.

Anakku
Bersabarlah ketika aku memmbangunkanmu ditengah malam saat dirimu terlelap tidur ingatlah dikala aku terbangun ditengah malam karena mendengar tangisanmu.

Anakku yang kucintai
Jaganlah kamu membentakku ketika aku sudah mulai pikun karena umurku yang mulai bertambah, ingatlah dikala aku mengingatkanmu akan segala sesuatu yang tidak kamu ketahui.

Anakku Yang Kurindukan
Jangnlah kamu merasa bosan ketika aku menyuruhmu untuk menjengukku, inagtlah ketika kamu selalu memintaku untuk menamanimu.

Anakku
Janganlah kamu melarangku untuk berbuat sesuatu yang aku suka, ingatlah ketika aku membiarkanmu melakukan semua keinginanmu.

Anakku yang kusayang
Dikala aku sudah sangat tua, ketika penyakit telah menggerogotiku janganlah kamu mengeluh saat merawatku ingatlah ketika aku merawatmu ketika dirimu sakit.

Anakku
Dikala rambutku sudah mulai memutih janganlah kamu merasa malu atas perubahan yang terjadi pada diriku, ingatlah jikala aku memperlihatkanmu pada orang lain saat dirimu lahir karena dahulu aku selalu membanggakanmu, merwatmu dengan penuh kasih sayang maka rawatlah aku seperti aku merawatmu. Aku tidak pernah melihat pertumbuhanmu hari demi hari menuju kedewasaan maka jangnlah kamu merasa bosan melihat perkembangnku yang semakin hari semakin tidak bernilai sesungguhnya tiada kata yang bisa kuucapkan kecuali selalu mendo’akanmu. Tiada hal yang sangat ingin kulihat kecuali kesuksesanmu.

Anakku
Inilah ibumu yang dulu selalu tegar merawat dan membesarkanmu tapi kini aku sudah terjatuh maka tuntunlah aku seperti aku menuntunmu sampai kamu dewasa sekarang.



Moga-moga masih diberi kesempatan yang cukup untuk menjaga, merawat, dan menyenangkan beliau. Amin amin amin Ya Robbal Alamin..

12 comments:

  1. aamiin yaa robbal alaamiin, kadang kepikiran tentang hal-hal seperti ini juga ris, semoga semakin sering berpikir ke sana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnnnn,,smoga diberi banyak waktu buat menjaga orang tua jg yah..

      Delete
  2. wah, mbak beruntung lho masih bisa bertemu dengan neneknya. saya aja udah ga punya nenek lagi. waktu kecil sering iri kalau lihat anak2 yg bareng nenek merka. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah masih diberi kesempatan..

      Delete
  3. aq.. gak bisa ngomong apapun membaca puisi itu...

    ReplyDelete